JAKARTA – Survei Nasional Indikator Politik Indonesia periode 14–24 Juli 2026 menunjukkan Gibran Rakabuming Raka tetap menjadi figur yang kompetitif dalam berbagai skenario pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Dalam skenario yang mempertemukan tiga pasangan calon, duet Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka menjadi pasangan dengan tingkat dukungan tertinggi, yakni 43,4%. Angka tersebut unggul atas pasangan Pramono Anung–Anies Baswedan yang memperoleh 21,4%, serta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)–Erick Thohir dengan 19,1%.
Indikator juga menguji berbagai konfigurasi pasangan lain yang melibatkan Gibran. Saat dipasangkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono, pasangan tersebut memperoleh 26,2% pada satu skenario dan 33,2% pada skenario lainnya. Ketika berduet dengan Teddy Indra Wijaya, pasangan Gibran meraih 31,8%, sedangkan saat dipasangkan dengan Budi Djiwandono memperoleh 20,6%.
Sementara itu, pasangan Gibran–Khofifah Indar Parawansa memperoleh 20,8% dan 20,9% pada dua skenario berbeda. Gibran juga diuji bersama Puan Maharani dengan raihan 19,3%, Anies Baswedan sebesar 22,9%, serta Sugiono dengan 27,0%.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa Gibran tetap memiliki daya saing elektoral dalam berbagai konfigurasi pasangan. Namun, dari seluruh skenario yang diuji Indikator, duet Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka tetap menjadi pasangan dengan dukungan tertinggi, mengungguli seluruh pasangan alternatif lainnya.
Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan pada 14–24 Juli 2026 terhadap 4.250 responden yang memiliki hak pilih di seluruh Indonesia. Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error ±1,6% pada tingkat kepercayaan 95%.
Hasil Skenario Pasangan yang Melibatkan Gibran
Skenario 1
Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka: 43,4%
Pramono Anung – Anies Baswedan: 21,4%
Agus Harimurti Yudhoyono – Erick Thohir: 19,1%
TT/TJ: 16,1%
Skenario 2
Prabowo Subianto – Teddy Indra Wijaya: 32,3%
Agus Harimurti Yudhoyono – Gibran Rakabuming Raka: 26,2%
Pramono Anung – Anies Baswedan: 24,9%
TT/TJ: 16,6%
Skenario 3
Gibran Rakabuming Raka – Teddy Indra Wijaya: 31,8%
Pramono Anung – Anies Baswedan: 25,9%
Agus Harimurti Yudhoyono – Sjafrie Sjamsoeddin: 22,0%
TT/TJ: 20,2%
Skenario 4
Dedi Mulyadi – Pramono Anung: 45,5%
Agus Harimurti Yudhoyono – Anies Baswedan: 20,9%
Gibran Rakabuming Raka – Budi Djiwandono: 20,6%
TT/TJ: 13,0%
Skenario 5
Dedi Mulyadi – Anies Baswedan: 54,0%
Gibran Rakabuming Raka – Puan Maharani: 19,3%
Agus Harimurti Yudhoyono – Sjafrie Sjamsoeddin: 13,5%
TT/TJ: 13,2%
Skenario 6
Dedi Mulyadi – Agus Harimurti Yudhoyono: 52,4%
Gibran Rakabuming Raka – Khofifah Indar Parawansa: 20,8%
Pramono Anung – Anies Baswedan: 14,6%
TT/TJ: 12,2%
Skenario 7
Dedi Mulyadi – Pramono Anung: 46,6%
Gibran Rakabuming Raka – Khofifah Indar Parawansa: 20,9%
Agus Harimurti Yudhoyono – Anies Baswedan: 20,3%
TT/TJ: 12,2%
Skenario 8
Dedi Mulyadi – Sjafrie Sjamsoeddin: 48,8%
Agus Harimurti Yudhoyono – Anies Baswedan: 23,2%
Puan Maharani – Gibran Rakabuming Raka: 13,7%
TT/TJ: 14,3%
Skenario 9
Dedi Mulyadi – Sjafrie Sjamsoeddin: 50,7%
Gibran Rakabuming Raka – Anies Baswedan: 22,9%
Pramono Anung – Agus Harimurti Yudhoyono: 12,4%
TT/TJ: 14,1%
Skenario 10
Agus Harimurti Yudhoyono – Gibran Rakabuming Raka: 33,2%
Sugiono – Dedi Mulyadi: 29,3%
Pramono Anung – Anies Baswedan: 19,0%
TT/TJ: 18,5%
Skenario 11
Agus Harimurti Yudhoyono – Anies Baswedan: 40,9%
Sugiono – Gibran Rakabuming Raka: 27,0%
Pramono Anung – Khofifah Indar Parawansa: 10,6%
TT/TJ: 21,5%


Komentar